Angin Segar Irigasi, Mulai Dirasakan Oleh Petani Tanimbar

IMG_20250917_205509_008

Saumlaki, jurnalkepulauannews.com,- Angin segar mulai dirasakan oleh para petani Tanimbar, untuk mengolah lahan pertanian mereka, terkait dengan persoalan air bersih

Persoalan yang dihadapi oleh para petani selama ini adalah, kekurangan air bersih untuk mengairi tanaman mereka

Fakta lapangan menggambarkan bahwa, para petani selama ini, hanya tergantung pada dua musim hujan di tanimbar, yaitu musim hujan timur dan musim hujan barat

Persoalan ini mulai terurai secara bertahap, melalui Impres No 2 tahun 2025, yang dikucurkan oleh kementrian PU PR jakarta, dengan alokasi dana sebesar 72 miliard

Total dana ini menurut kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi kab Kep Tanimbar, Poli Sabono diruang kerjanya rabu 17/9-2025, seutuhnya diperuntukan untuk kebutuhan para petani

Inpres ini lanjutnya, diperuntukan untuk percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, untuk mendukung swasembada pangan nasional

Impres ini menginstruksikan kementrian terkait, lembaga, dan pemerintah daerah, untuk mengambil langkah terkoordinasi dalam mengelola jaringan irigasi, demi menuju swasembada pangan

Menindak lanjuti impres dimaksud, maka Sabono bersama staf bidang sumber daya air, langsung melayangkan proposal ke jakarta, dengan perencanaan yang failed, bersama lampiran data reel lapangan

Disinggung mengenai latar belakang apa sehingga proposal yang dilayangkan itu, harus dilengkapi dengan perencanaan yang failed dengan lampiran data reel, ungkap Sabono “ya kalau sebuah proposal yang dilayangkan ke jakarta, dan tidak dilengkapi dengan perencanaan yang jelas, maka proposal itu akan ditolak” terang Sabono

Proposal tersebut kemudian mendapat sambutan positif oleh pihak kementrian, dan sudah dieksekusi melalui balai sungai di pusat kota pemerintahan propinsi Maluku

Dari alokasi dana sebesar 72 miliar tersebut, tersalur pada lima kecamatan, masing-masing, kecamatan Selaru sebanyak 26 titik, kecamatan Tansel sebanyak 2 titik, kec Wermaktian sebanyak 2 titik, kecamatan wertamrian sebanyak 7 titik, dan kec Kormomolin sebanyak 2 titik

Dari pengalokasian dimaksud, diharapkan kedepan nanti, kebupaten Kepulauan Tanimbar, mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia, untuk merealisasikan program swasembada pangan nasional

Tindakan menjemput bola sedemikian menurut Sabono, “bukan hanya untuk tahun ini saja, karena tahun depan,,,,kita akan layangkan proposal lagi untuk menjemput alokasi dana Impres tahap 4, dengan kegiatan yang sama, tetapi juga ada sekian banyak kegiatan yang akan kita jemput, yaitu kegiatan jalan dan jembatan” tutupnya dengan raut wajah yang penuh senyuman.(JKN 01)