HILIRISASI PETROKIMIA DI SELARU DINILAI JADI PELUANG STRATEGIS EKONOMI TANIMBAR

IMG-20260603-WA0015

 

SAUMLAKI –3. Juni. 2026. Jurnal Kepulaan News Pengembangan industri hilirisasi petrokimia di Pulau Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), dinilai menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Potensi migas di wilayah selatan Maluku dan posisi geografis Selaru yang strategis menjadi modal penting dalam mendukung kawasan industri berbasis nilai tambah.

 

 

Tokoh Pemuda Muslim Tanimbar, Sumitro Fenanlambir, menegaskan bahwa momentum hilirisasi ini harus mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan di KKT. Pengembangan industri ini bukan semata kepentingan satu wilayah, melainkan peluang strategis yang berdampak luas bagi pembangunan daerah secara keseluruhan.

 

 

“Hilirisasi petrokimia di Selaru merupakan peluang besar bagi masa depan Kepulauan Tanimbar. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, tokoh adat, dunia usaha, hingga masyarakat luas sangat diperlukan untuk mempercepat pengembangannya,” ujar Sumitro.

 

 

Langkah Strategis yang Diperlukan Daerah

 

 

Untuk menangkap peluang emas ini, Sumitro menambahkan bahwa pemerintah daerah dan pemangku kepentingan harus segera menyiapkan fondasi investasi yang kuat melalui:

 

 

  • Kebijakan Ramah Investasi: Menyusun regulasi daerah yang memberikan kepastian hukum bagi para investor.

 

 

  • Kemudahan Birokrasi: Menyederhanakan sistem perizinan terpadu satu pintu agar efisien dan bebas maladministrasi.

 

 

  • Infrastruktur Pendukung: Mempercepat pembangunan fasilitas fisik penunjang di Pulau Selaru.

 

 

  • Komunikasi Publik: Membangun ruang dialog yang transparan antara pemerintah, investor, dan masyarakat adat setempat.

 

 

Dorongan ke Tingkat Nasional

 

 

Sumitro mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk aktif berdiplomasi dan memperjuangkan potensi Pulau Selaru di tingkat provinsi maupun nasional. Langkah jemput bola ini krusial agar Selaru masuk dalam prioritas pengembangan kawasan industri dan investasi strategis nasional.

 

 

Dengan pengelolaan yang tepat, hilirisasi petrokimia ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Tanimbar melalui terbukanya lapangan kerja baru, tumbuhnya sektor UMKM, serta lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.

 

(Randy Fenan)