Seruan RD. Fery Jamlean Pr. Hutan Tanimbar Sebagai Kebun Anggur Hendaknya Dirawat Bersama Untuk Masa Depan Anak Cucu.
Jurnalkepulauannews.com / Permenungan Hari Minggu Biasa XXVII Lorwembun, Minggu 4 Oktober 2026 – Umat Katolik di Stasi ST. Yosep Lorwembun sebagai Pusat Paroki ST. Yosep Lorwembun
Merayakan Hari Minggu Biasa XXVII dengan Permenungan mendalam yang mengangkat tema Ekologis.
Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XXVII, 4 Oktober 2026, dengan warna liturgi hijau, mengambil bacaan Injil Matius 21 : 33-43 tentang Perumpamaan Para Penggarap Kebun Anggur dan bacaan pertama Yesaya 5 : 1 – 7
Dalam permenungan, ditegaskan bahwa Hutan Tanimbar adalah Kebun Anggur yang dipercayakan Tuhan kepada kita sebagai penggarap.
Tuhan adalah pemilik kebun anggur. Ia telah mencangkul, membersihkan batu, menanam pohon pilihan, dan mendirikan menara jaga. Demikian pula Tuhan telah memberikan kepada masyarakat Tanimbar hutan yang subur, tanah yang kaya, laut yang melimpah, dan keanekaragaman hayati yang menjadi sumber kehidupan.
Namun Sabda Tuhan hari ini bertanya kepada kita: “Aku menanti supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?”
Permenungan ini menjadi ajakan tobat ekologis bagi seluruh umat:
1.Hutan Adalah Titipan Tuhan, Bukan Milik Mutlak.
Kita hanya penggarap yang akan dimintai pertanggungjawaban.
2.Harus Dirawat Bersama.
Merawat Hutan Tanimbar harus dilakukan bersama- sama antara umat, Pemerintah desa, Pemerintah Kecamatan, dan semua elemen masyarakat.
3.Untuk Masa Depan Anak Cucu.
Jika hutan kita jaga hari ini, anak cucu kita masih dapat hidup dari hutan, masih dapat melihat dan menikmati hasil hutan sebagai sumber kehidupan.
Melalui permenungan Hari Minggu Biasa XXVII ini, Umat di Pusat Paroki ST. Yosep Lorwembun diajak untuk tidak menghasilkan buah yang asam berupa keserakahan, melainkan buah yang manis berupa keadilan, kepedulian, dan pelestarian ciptaan Tuhan.
Juga RD. Fery Jamlean Pr. Menegaskan bahwa Kebun anggur Tuhan adalah Keluarga- keluarga katolik yang harus di jaga dan dirawat untuk meraih Keselamatan Dunia dan Akhirat.
Mengakhiri Renunganya RD. Feri Jamlean Pr.Menyerukan:
” Hutan Tanimbar Sebagai Kebun Anggur Hendaknya Dirawat
Bersama Untuk Masa Depan Anak Cucu.”
( JKN. Nik.Kaf. )






