KONDISI LOKASI LOURDES BUNDA MARIA DAN GOA HATI KUDUS MEMPRIHATINKAN, NGORANTUTUL SOROTI SIKAP APATIS KETUA RUKUN
Lauran, Jurnal Kepulauan News – Jalannya pemeliharaan dan kebersihan situs ziarah rohani di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) menuai sorotan tajam. Kurangnya kepekaan dan inisiatif dari para pemangku tanggung jawab di tingkat basis rukun dinilai menjadi penyebab kurang terawatnya tempat peribadatan umat Katolik tersebut.
Sorotan kritis ini disampaikan langsung oleh salah satu warga sekaligus umat Paroki Lauran, Yoseph Ngorantutup. Dirinya secara terbuka menyayangkan sikap ketidakpedulian dari para Ketua Rukun yang terkesan pasif dan kurang memberikan dorongan nyata kepada umat untuk menjaga aset iman bersama.
Menurut Yoseph, Lokasi Lourdes Bunda Maria dan Goa Hati Kudus di Desa Lauran memerlukan perhatian dan tindakan pembersihan segera. Namun, hingga saat ini belum ada pergerakan atau instruksi terkoordinasi dari para pimpinan rukun untuk menggerakkan masyarakat di bawah naungan mereka.
“Kami sangat menyoroti sikap ketidakpedulian dari para ketua rukun saat ini. Seharusnya mereka membuang sikap apatis dan menjadi motor penggerak untuk memberikan dorongan serta motivasi kepada masing-masing umat rukun agar bisa mengambil langkah nyata, yakni melakukan aksi kerja bakti massal di lokasi kudus tersebut,” tegas Yoseph Ngorantutup kepada media, Rabu (28/10/2026).
Lebih lanjut, Yoseph mengingatkan bahwa tempat ziarah Lourdes Bunda Maria dan Goa Hati Kudus bukan sekadar bangunan fisik biasa. Tempat tersebut merupakan pusat devosi, doa, dan simbol kesakralan iman bagi seluruh masyarakat Desa Lauran, sehingga menjaga keasriannya adalah tanggung jawab moral kolektif.
Menyikapi kemandekan koordinasi ini, Yoseph Ngorantutup melayangkan desakan terbuka bagi para pengurus rukun:
- Segera Agendakan Kerja Bakti: Meminta seluruh Ketua Rukun di Desa Lauran untuk segera duduk bersama, berkoordinasi, dan menjadwalkan aksi gotong-royong pembersihan kawasan goa maria dalam waktu dekat.
- Revitalisasi Semangat Gotong Royong: Mengajak umat di tiap-tiap rukun untuk kembali menghidupkan tradisi gotong royong khas Duan Lolat demi menjaga kesucian tempat-tempat ibadah.
Kritik membangun ini diharapkan dapat direspons secara positif oleh para ketua rukun sebagai bahan evaluasi demi kebaikan bersama dan kenyamanan umat dalam berziarah serta berdoa.
(JKN/1.0.0)






