Revitalisasi SMAN 11 Kepulauan Tanimbar Dimulai, Targetkan Cetak Generasi Unggul

IMG-20260801-WA0048

R

 

KORMOMLIN, JURNAL KEPULAAN NEWS – Komitmen pemerintah dan masyarakat dalam memajukan kualitas pendidikan kembali diwujudkan melalui peletakan batu pertama Revitalisasi SMAN 11 Kepulauan Tanimbar pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Proyek yang berlokasi di Desa Alusi Bukjalim, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini mencakup pembangunan 3 ruang belajar baru serta rehabilitasi 7 ruang belajar yang sudah ada.

 

Agenda penting ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan, antara lain Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Tanimbar Thomas Mariam, S.Pd., Camat Kormomolin Johanis Angwarmase, S.H., Kapolsek Kormomolin IPDA I Gede Hendra B. Arimbawa, serta Pengawas Pendidikan Provinsi Martina Kelbulan, S.Pd. Turut hadir Kepala Desa Alusi Bukjalim Josep Angwarmase, Pastor Paroki St. Yosep Lorwembun Rd. Fery Jamlean, Pr., Kepala SMAN 11 Martina S. Keljombar, S.Pd., tua-tua adat, tokoh masyarakat, komite sekolah, dewan guru, hingga para siswa.

 

Dalam sambutannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Thomas Mariam, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat dan provinsi atas kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di Tanimbar.

 

“Bantuan revitalisasi tahun 2026 ini merupakan wujud sinergi kuat antara pemerintah pusat, provinsi, pihak sekolah, dan masyarakat. Kami berharap sarana baru ini dapat meningkatkan mutu pembelajaran, mengurangi rasio rombongan belajar, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif bagi peserta didik,” ujar Thomas.

 

Senada dengan itu, Camat Kormomolin Johanis Angwarmase, S.H., memberikan ucapan profisiat kepada SMAN 11 Kepulauan Tanimbar. Ia menegaskan bahwa momen peletakan batu pertama ini menjadi momentum bagi sekolah untuk terus membenahi diri agar siap bersaing meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Kormomolin.

 

Kepala SMAN 11 Kepulauan Tanimbar, Martina S. Keljombar, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas terealisasinya bantuan ini. Selama ini, keterbatasan ruang kelas menjadi kendala optimalisasi proses belajar mengajar.

 

“Dengan adanya revitalisasi ini, kami optimis mutu pendidikan di SMAN 11 akan semakin meningkat dan mampu melahirkan lulusan-lulusan yang berprestasi,” ungkap Martina optimis.

 

Sebagai informasi, proyek pembangunan 3 ruang baru dan rehab 7 ruang belajar ini bersumber dari anggaran Program Revitalisasi SMA Tahun 2026 Pemerintah Pusat dengan total nilai mencapai Rp1.755.544.000. Seluruh pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 180 hari kalender.

 

Acara diakhiri dengan khidmat melalui doa pemberkatan batu pertama yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki St. Yosep Lorwembun, RD. Fery Jamlean, Pr., dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelaksanaan revitalisasi. (JKN/Nik. Kaf)