Menyongsong Satu Abad Karya PBHK di Tanimbar, Jalan Santai 800 Peserta Jadi Momentum Kaderisasi Generasi Penerus

IMG_20260828_130940_906

Saumlaki,jurnalkepulauannews.com /ย  Kegiatan jalan santai yang melibatkan sekitar 800 peserta di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), pada Jumat (28/8/2026), tidak sebatas menjadi ajang olahraga dan kebersamaan. Aksi kolosal ini sekaligus menjadi momentum refleksi misi panggilan bagi puteri-puteri daerah untuk bergabung dalam Tarekat Puteri Bunda Hati Kudus (PBHK) yang telah genap berkarya selama 100 tahun di Tanimbar.

Kegiatan yang dipusatkan di Natar Kaumpu ini diikuti secara antusias oleh berbagai unsur. Mulai dari Pemerintah Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan OPD, para pastor, hingga suster dari tarekat PBHK, ALMA, dan DSY. Kehadiran anak-anak sekolah, organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), serta utusan paroki dan stasi turut memperkuat dukungan lintas elemen terhadap eksistensi PBHK.

Sebelum peserta dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pastor Vicky, Pr. Rute jalan santai menyusuri Jalan Mathilda Batlayeri, Jalan Ki Hadjar Dewantara, hingga Jalan Ir. Soekarno, dan berakhir di Taman Kota Saumlaki. Di titik akhir, kemeriahan ditutup dengan senam bersama yang dipandu oleh instruktur Rosadelima Yempormase bersama tim sanggar LovDes.

Satu Abad Mengabdi untuk Pendidikan dan Kesehatan Tanimbar

Ketua Panitia Perayaan 100 Tahun Karya Tarekat PBHK di Tanimbar, Apolonia Laratmase, menyatakan bahwa yubileum ini menjadi sarana penting untuk menyuarakan panggilan hidup membiara kepada generasi muda. Selama satu abad mengabdi, para suster PBHK telah memberikan kontribusi nyata yang melekat erat dalam sejarah pembangunan dan kesejahteraan sosial masyarakat Bumi Duan Lolat.

Karya nyata tersebut bertumbuh melalui pengelolaan institusi vital, seperti asrama putri, sekolah keterampilan, SMK Imaculata, hingga sektor pelayanan medis melalui Rumah Sakit Fatima yang kini pengelolaannya diteruskan oleh Keuskupan Amboina.

Apolonia menegaskan, keberlanjutan misi suci ini memerlukan sinergi dan dukungan spiritual maupun moril dari seluruh elemen daerah. “Misi panggilan ini bertujuan menggugah puteri-puteri Tanimbar agar bersedia mengambil bagian dalam Tarekat PBHK. Kita semua menjadi saksi bagaimana para suster membuktikan pelayanan pendidikan dan kesehatan di sini dengan sepenuh hati,” tutur Apolonia.

Rangkaian Panjang Yubileum Sejak Awal Tahun

Semarak Yubileum 100 Tahun PBHK ini sebenarnya telah bergaung melalui rangkaian kegiatan rohani dan sosial yang dilaksanakan secara bertahap sejak Februari 2026:

16 Februari 2026: Pencanangan yubileum diawali dengan doa di depan Gedung Natar Kaumpu, dilanjutkan dengan jalan sehat menuju Pusat Karya Pastoral MSC Saumlaki.

22 Maret 2026: Panitia bersama Pemkab KKT menggelar bakti sosial di Kota Larat dan Desa Lamdesar Timur, Kecamatan Tanimbar Utara. Agenda ini mencakup pemeriksaan kesehatan gratis bagi 116 warga, serta penyerahan alat bantu jalan dan kursi roda untuk 17 penyandang disabilitas dan lansia.

30 Mei 2026: Umat Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat bersama para suster PBHK menggelar Reli Rosario akbar yang diikuti oleh 19 rukun dan 8 lingkungan rohani sebagai penutupan Bulan Maria.

15 Agustus 2026: Gedung Natar Kaumpu menjadi saksi kemeriahan Lomba Paduan Suara OMK tingkat Keuskupan Kepulauan Tanimbar yang diikuti 7 kontingen paroki, di mana Paroki Tri Tunggal Kudus Yesus Sifnana keluar sebagai juara pertama.

Menjelang detik-detik puncak acara, kepedulian umat terus mengalir. Salah satunya ditunjukkan oleh kelompok Legio Christi Paroki Olilit Barat yang secara bergotong royong membersihkan Lapangan Sepak Bola Olilit untuk dijadikan kantong parkir utama para tamu undangan.

Puncak perayaan sejarah satu abad karya pelayanan PBHK di Tanimbar ini dijadwalkan akan dikukuhkan melalui perhelatan Misa Syukur agung pada Minggu, 30 Agustus 2026. Perayaan ekaristi tersebut akan dipimpin langsung oleh Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra.