Guna Percepat Pembenahan Situs Religi, Yosep Ngorantutul Ketuk Hati Dewan Gereja dan Pengusaha Asal Lauran
LAURAN, JURNAL KEPULAUAN NEWS – Aksi swadaya pelestarian tempat ibadah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) terus bergulir dan membutuhkan dukungan kolektif yang lebih besar Demi kelancaran rencana pembangunan fisik situs suci di daerah tersebut, salah seorang tokoh penggagas aksi gotong royong, Yosep Ngorantutul, secara terbuka mengetuk hati Dewan Gereja serta para pengusaha sukses asal Desa Lauran untuk ikut ambil bagian secara nyata, Sabtu (12/09/2026).
Seruan moral ini disampaikan Yosep mengingat aktivitas kerja bakti pembersihan dan penataan di kawasan Goa Lourdes Bunda Maria dan Goa Hati Kudus Yesus Desa Lauran sejauh ini sudah berjalan selama beberapa bulan terakhir Namun, pengerjaan tersebut dinilai berjalan lambat karena selama ini hanya mengandalkan tenaga dan swadaya dari beberapa umat lokal saja yang jumlahnya sangat terbatas
Yoseph Ngorantutul meminta dengan sangat agar Dewan Gereja bersama para pelaku usaha atau pengusaha putra daerah asal Lauran dapat mengalihkan pandangan dan melangkahkan kaki langsung ke lokasi kedua goa suci tersebut Kehadiran para tokoh dinilai sangat krusial untuk memberikan dukungan materiil, moril, maupun bantuan armada guna menyokong tenaga umat yang mulai kelelahan di lapangan
“Kerja bakti pembersihan ini sudah kami laksanakan berbulan-bulan, tetapi jujur tenaganya sangat minim karena hanya dikerjakan oleh beberapa umat saja [Draft Berita]. Kami sangat memohon dan berharap kepada Bapak/Ibu Dewan Gereja serta para pengusaha anak daerah Lauran yang diberkati kelebihan rezeki, kalau bisa luangkan waktu melihat langsung ke Lourdes dan Goa Hati Kudus Yesus. Kami butuh uluran tangan gotong royong bersama agar fondasi awal pembangunan ini bisa cepat terealisasi,” ujar Yosep Ngorantutul penuh harap kepada media.
Situs ziarah Lourdes dan Goa Hati Kudus Lauran bukan sekadar cagar budaya paroki, melainkan aset rohani berharga yang menjadi wajah kebanggaan umat Katolik di KKT Sinergi yang kuat antara jemaat di akar rumput, Dewan Gereja, serta kontribusi finansial dari para pengusaha lokal diyakini akan mempercepat pembenahan infrastruktur, sehingga kawasan makam suci ini siap menyambut para penziarah dengan lebih representatif dan khidmat
(JKN/1.0.0)






