Peringati 116 Tahun Pendaratan 2 Misionaris di Tanimbar, Umat Katolik Gelar Misa Agung di Torim Sepan Wetole

IMG-20260917-WA0037

 

SAUMLAKI, JURNAL KEPULAUAN NEWS – Suasana iman dan rasa syukur yang mendalam menyelimuti hati seluruh umat Katolik di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Tepat hari ini, Kamis (17/09/2026) pukul 17.00 WIT (5 sore), perayaan Misa Kudus agung digelar secara khidmat guna memperingati peristiwa bersejarah 116 Tahun Pendaratan Dua Misionaris Katolik pertama di situs suci Torim Sepan Wetole.

 

Momentum kerohanian bersejarah ini dihadiri oleh ratusan umat, para tokoh adat, serta jajaran pastor/biarawan dari berbagai stasi terdekat. Kehadiran umat yang berkumpul sejak siang hari mencerminkan tingginya rasa hormat terhadap tonggak awal masuknya terang iman Katolik yang dibawa oleh dua misionaris perintis di Pulau Tanimbar lebih dari seabad silam.

 

Prosesi perayaan ekaristi diawali dengan upacara penghormatan budaya adat Duan Lolat yang kental di pelataran masuk situs pendaratan, sebelum akhirnya umat bersama-sama mengikuti perayaan misa kudus. Refleksi khotbah dalam misa menekankan pentingnya menjaga warisan iman, merawat kerukunan persaudaraan gandong, serta meneladani keberanian misionaris dalam menabur kebaikan di tengah tantangan zaman.

 

“Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi seluruh umat Katolik di Tanimbar. Tepat 116 tahun lalu, dua misionaris mendaratkan kaki di Torim Sepan Wetole ini membawa kabar sukacita. Misa hari ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud syukur kolektif agar generasi muda Tanimbar tidak melupakan akar sejarah iman mereka,” ungkap salah seorang tokoh umat Katolik setempat usai perayaan misa.

 

Misa peringatan abad ke-2 pendaratan ini berjalan dengan sangat aman, tertib, dan penuh kedamaian. Melalui rilis berita ini, umat menyampaikan harapan besar agar Pemerintah Daerah KKT melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dapat bersinergi memberikan perhatian lebih serius dalam memelihara situs infrastruktur Torim Sepan Wetole sebagai salah satu aset cagar budaya sejarah religi andalan di Kepulauan Tanimbar ke depan.

 

(JKN/Olon)