Tali Persaudaraan Duan Lolat: Tradisi Syukuran Sertu Damianus Bwariat dalam Hangatnya Adat Tanimbar

IMG_20260428_151729_769
Jurnalkepulauannews.com,-WOWONDA ,- Suasana khidmat menyelimuti kediaman keluarga besar Bwariat di Desa Wowonda, saat rombongan Duan dari Desa Sifnana menginjakkan kaki dengan membawa kasih dalam bentuk balutan Kain Tenun Tanimbar dan beras. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah ritual syukuran sakral atas keberhasilan salah satu putra terbaik Tanimbar, Sertu Damianus Bwariat, sebagai prajurit TNI.
Ritual syukuran ini diawali dengan pembukaan doa yang penuh kerendahan hati oleh Bapak Ucu Bwariat. Doa pembuka ini menjadi jembatan spiritual untuk memohon restu kepada Sang Pencipta dan para leluhur agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar.
Puncak kesakralan adat terjadi saat Bapak Stanislaus Londar, sebagai perwakilan Duan dari Sifnana, mengangkat doa adat Tanimbar yang begitu mendalam. Suasana semakin hening saat ritual penuangan Sopi dimulai. Bagi masyarakat Tanimbar, Sopi adalah simbol pemersatu dan saksi bisu atas sumpah serta janji persaudaraan yang tak terputus. Para tetua adat beserta tamu undangan menyesap Sopi tersebut sebagai tanda bahwa hajat syukuran ini telah diterima secara sah menurut adat.
Kehangatan semakin terasa saat prosesi penggantungan Kain Tenun Tanimbar dilakukan. Pemberian kain tenun dan beras dari keluarga besar Londar, Batlyare, dan Bulurditi asal Sifnana merupakan simbol dukungan moral serta kasih sayang yang tulus dari sosok Duan kepada Lolat-nya.
Di sela-sela jamuan, para tetua adat memberikan pesan-pesan bijak atau nasehat adat kepada Sertu Damianus Bwariat. Mereka berpesan agar sebagai prajurit TNI, ia tetap memegang teguh jati diri anak adat Tanimbar yang rendah hati, jujur, dan berani membela tanah air, namun tetap ingat akan akar budayanya di Bumi Duan Lolat.
“Keberhasilan anak Damianus adalah kebanggaan kami semua. Melalui adat ini, kami menitipkan doa agar langkahnya sebagai tentara selalu diberkati dan menjadi pelindung bagi masyarakat,” ujar salah satu perwakilan keluarga.
Acara syukuran ini menjadi bukti nyata bahwa setinggi apa pun pangkat yang diraih oleh seorang anak Tanimbar, ia tetap menjadi bagian dari tatanan adat yang harus dijunjung tinggi. Tradisi ini kembali menegaskan bahwa hubungan Duan dan Lolat adalah pondasi utama yang menjaga kerukunan di Kepulauan Tanimbar.
( JKN. 05 ).