Beginilah Penjelasan Kesimpulan Rapat Ketua Komisi III DPRD Joice M. Pentury Sp.
Saumlaki,JurnalKepulauanNews. Com.27/06/2025.Penjelasan ketua komisi III DPRD Kabupaten kepulauan Tanimbar Joice M. Pentury terhapdap kesimpulan rapat bersama mitra kerja Dinas Perumahan dan Pemukiman, Dinas Bina Marga serta Dinas Cipta Karya di ruang rapat gedung DPRD Kewarbotan Saumlaki.
Usai pertemuan bersama dengan mitra kerja, Ketua komisi III,Joice M.Pentury Sp saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan Tanimbar Kamis 26/06/2025, mengatakan, terhadap kegiatan hari ini, Komisi III DPRD, dua hari melakukan kegiatan rapat komisi yang telah membicarakan banyak hal dengan mitra kerja yang mana, hal-hal yang dibicarakan adalah terkait dengan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Joice M. Pentury Sp menjelaskan terhadap pembahasan pembangunan komisi III DPRD, sudah banyak hal yang dibicarakan mulai dari pembangunan jalan, jembatan, dan perumahan rakyat serta ada surat masuk dari masyarakat akhirnya sampai pada kesimpulan rapat.
Menurut Joice, kesimpulan rapat tadi adalah, jalan di atubul dol karena bencana alam yang disebabkan terjadi longsor jalan yang berdampak pada kerusakan badan jalan sehingga tidak ada longsor lagi maka perlu ada perbaikan, untuk masyarakat bisa berakses pada jalan dimaksud, dan juga jalan Atubul dan yang baru dikerjakan telah mengalami kerusakan lagi sehingga perlu ada perbaikan.
“Termasuk gorong-gorong didalam kota yang telah merusak badan jalan sehingga segera diperbaiki, mengingat setiap harinya kendaraan berat selalu melintasi di badan jalan yang ada pekerjaan gorong-gorong belum diperbaiki, sehingga badan jalannya perlu ada pengaspalan.” Katanya
Selain itu, Joice juga menjelaskan terhadap kesimpulan kesiapan Pemerintah Daerah dalam menyambut program Pemerintah Pusat 3, juta Rumah per tahunnya, yang mana, dinas teknik untuk mempersiapkan proposal untuk bisa dikoordinasikan ke Pusat.
Sementara terkait dengan pembiayaan, dan penganggaran terkait pekerjaan proyek, menurut Pentury, sesui Inpres nomor 1, tahun 2025, terjadi Evisiensi, memang banyak hal menjadi kebutuhan Daerah, tetapi disesuaikan dengan keuangan daerah dan skala prioritas, jadi akan dilihat kembali hal-hal yang sangat urgen dan mendesak untuk segera ditangani seperti, jalan yang berdampak langsung kepada masyarakat dan juga diatubul dol dan lainnya.
Sementara disingung soal sorotan kurang adanya perhatian dari pemerintah Propinsi terhadap daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menurut Joice, hal itu bisa dikoordinasikan saja dengan Pemprov, mengingat di Maluku ini, didalamnya ada terdapat 11 kabupaten dan kota, sehingga kita pro aktif dalam berkoordinasi saja untuk pembangunan di Kabupaten yang bertajuk Bumi Duan Lolat.
( JKN. 02 )






