Penuh Haru dan Sukacita, Ribuan Umat Katolik di Saumlaki Banjiri Penjemputan Imam Baru Pastor Yakobus Bobi Arwalembun, OSA
SAUMLAKI, JURNAL KEPULAUAN NEWS – Suasana iman dan rasa syukur yang mendalam menyelimuti Kota Saumlaki dan sekitarnya. Ribuan umat Katolik dari berbagai penjuru Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) berbondong-bondong memadati pintu kedatangan dan jalur protokol untuk mengikuti prosesi penjemputan Imam Baru, Pastor Yakobus Bobi Arwalembun, OSA, Senin (07/09/2026).
Acara penjemputan putra terbaik Tanimbar dari Ordo Santo Agustinus (OSA) ini dimotori langsung oleh seluruh umat Paroki Hati Kudus Yesus Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan. Tidak hanya umat lokal dari Lauran, momentum bersejarah ini juga diramaikan dan dihadiri oleh perwakilan umat dari beberapa paroki tetangga yang berada di pusat Kota Saumlaki, menciptakan gelombang antusiasme massa yang luar biasa di sepanjang rute perarakan.
Prosesi penjemputan diawali dengan ritus adat Duan Loloda yang kental sebagai wujud penghormatan tertinggi dari para tokoh adat dan tua-tua desa kepada sang gembala baru. Isak tangis haru dan kidung-kidung rohani yang diringi tarian adat menyambut langkah kaki Pastor Yakobus saat menyapa umat yang telah menantinya sejak pagi hari.
“Kehadiran dan tahbisan Pastor Yakobus Bobi Arwalembun, OSA adalah berkat yang sangat besar bagi Bumi Duan Loloda, khususnya kami di Paroki Hati Kudus Lauran. Ribuan umat berkumpul hari ini untuk menunjukkan cinta dan dukungan iman kami. Ini menjadi bukti bahwa Tanimbar terus subur melahirkan pelayan altar bagi gereja,” ungkap salah seorang tokoh umat Katolik Lauran dengan mata berkaca-kaca di lokasi penjemputan.
Aksi penjemputan yang berjalan dengan aman, tertib, dan damai ini dilanjutkan dengan konvoi perarakan kudus menuju gereja paroki untuk melaksanakan ibadah syukur bersama. Kehadiran Imam Baru ini diharapkan dapat menjadi penyegar rohani, mempererat tali persaudaraan antar-umat lintas paroki di Saumlaki, serta semakin memotivasi generasi muda Tanimbar untuk bersedia mempersembahkan hidup dalam panggilan suci gereja ke depan.
(JKN/1.0.0)






