Ekonomi Kian Lesu, Masyarakat Bumi Duan Lolat Desak Solusi Nyata dari Pemda KKT
SAUMLAKI, JURNAL KEPULAUAN NEWS – Gelombang keluhan terkait tekanan ekonomi di tingkat tapak terus berembus kencang di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku. Menghadapi situasi domestik yang kian menantang pada akhir September 2026, elemen masyarakat dan pelaku usaha kecil secara terbuka mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) KKT untuk segera merumuskan langkah taktis serta solusi konkret penunjang roda perekonomian daerah.
Persoalan yang dirasakan langsung oleh warga mencakup melemahnya daya beli masyarakat, fluktuasi harga kebutuhan pokok di Pasar Omele, hingga belum optimalnya stimulus modal bagi para pedagang kecil dan UMKM . Kondisi ini diperparah dengan tingginya angka pengangguran terbuka usia produktif yang hingga kini masih menanti kepastian bursa kerja lokal maupun penyerapan tenaga kerja di proyek strategis daerah .
“Kondisi ekonomi saat ini terasa sangat berat di hulu dan hilir. Pendapatan harian kami sebagai pedagang dan pekerja informal menurun drastis, sementara biaya hidup terus berjalan. Kami masyarakat KKT sangat berharap ada solusi makro dan terobosan nyata dari Penjabat Bupati dan seluruh jajaran Pemda KKT. Jangan sampai daerah ini larut dalam ketidakpastian tanpa ada intervensi pasar yang jelas,” keluh salah seorang warga Saumlaki kepada media.
Publik menilai, Pemda KKT bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan jajaran DPRD harus segera bersinergi melahirkan kebijakan pro-rakyat. Langkah-langkah strategis seperti pelaksanaan pasar murah berkala, kemudahan akses kredit usaha bagi pelaku mikro, hingga percepatan realisasi belanja APBD di sisa tahun anggaran sangat mendesak untuk menstimulus peredaran uang di Pulau Tanimbar.
Warga menegaskan bahwa stabilitas sosial di daerah perbatasan sangat bertumpu pada ketahanan ekonomi masyarakatnya. Oleh karena itu, ketegasan regulasi kedewanan dan kepekaan eksekutif dalam mengamankan hak-hak ekonomi lokal menjadi prasyarat utama agar krisis daya beli ini tidak berdampak meluas pada penurunan kualitas kesejahteraan hidup di Bumi Duan Lolat.
Hingga rilis berita ini dikeluarkan, redaksi Jurnal Kepulauan News masih berupaya mendatangi Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan KKT guna meminta konfirmasi resmi terkait target jadwal program pemulihan ekonomi triwulan akhir tahun ini.
(JKN/0.2)






