KRISIS AIR BERSIH LANDA DESA ALUSI TAMRIAN, WARGA MENJERIT: BUTUH PIPANISASI 5 KM DAN BAK PENAMPUNGAN

IMG-20261017-WA0029

 

Alusi Tamrian Jurnal Kepulaan News Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku – Krisis air bersih yang melanda Desa Alusi Tamrian, Kecamatan Kormomolin Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, kini memasuki fase memprihatinkan. Warga setempat terpaksa harus berjuang keras untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan konsumsi sehari – hari akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan dan keterangan dari warga setempat, sejumlah mata air dan sumber air utama yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat Desa Alusi Tamrian kini hampir mengering. Kondisi ini diperparah dengan beberapa faktor yang saling berkaitan.

Penyebab Krisis Air Bersih

Tokoh Pemuda Desa Tamrian, Yosep Titirlolobi, saat dimintai keterangan mengungkapkan ada tiga faktor utama yang menyebabkan krisis air bersih ini semakin parah.

“Pertama, musim kemarau panjang terjadi pada musim ini berakibat fatal, Semua mata air dan sumber air debet airnya menurun, Kedua, adanya pengrusakan di sekitar wilayah sumber air akibat longsor dan banjir, di daerah resapan. Ketiga, tidak adanya pemeliharaan rutin pada Sumber – sumber air yang ada,’ jelas Yosep.

Pemerintah Desa dan warga telah berupaya melakukan
perbaikan instalasi pipanisasi lama secara swadaya. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal karena terkendala keterbatasan anggaran desa yang sangat minim.

“Hendaknya ada perhatian khusus dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah pusat terkait Pembiyayaan untuk membangun Pipanisasi yang baru untuk air bersih dari sumber air menuju Pemukiman warga desa. Jaraknya sekitar 5 Km.Dan hendaknya dibangun Bak
penampungan pada sumber mata air tersebut, tegas Yosep Titirlolobi, Tokoh Pemuda yang vokal menyuarakan aspirasi warga.

Suarah Tokoh Masyarakat dan Kepala Desa

Senada dengan Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat Desa Tamrian, Petrus Resilai ,Ketua Dewan Pastoral Stasi Tamrian, juga menyuarakan keresahan yang sama. Menurut Petrus, kondisi kekurangan air bersih ini bukan hal baruh. Setiap musim kemarau tiba, warga Desa Tamrian selalu mengalami hal yang sama.

“Ketika musim kemarau selalu kondisi ketersediaan air bersih selalu kurang. Kami menyuarakan dan meminta uluran tangan dari pemerintah daerah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah pusat untuk memprioritaskan anggaran untuk pembangunan air bersih di Desa Tamrian. Ini kebutuhan hidup kami.” ujar Petrus Resilai dengan nada harap.

Sementara itu, Kepala Desa Alusi Tamrian, Matias Rangkoli, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut dan menyampaikan harapan besar dari pemerintah desa.

Kades Matias Rangkoli mengatakan, kebutuhan air bersih adalah kebutuhan paling mendasar dan mendesak bagi masyarakatnya. Pihaknya telah berupaya maksimal dengan anggaran desa yang ada, namun untuk membangun infrastruktur air bersih dengan skala besar tidak mungkin ditanggung oleh APBDes.

“Kami dari Pemerintah Desa Alusi Tamrian sudah berupaya dengan anggaran yang terbatas. Namun untuk pembangunan pipanisasi baru sepanjang 5 kilometer beserta pembangunan bak penampungan di sumber mata air, kami sangat membutuhkan dukungan dan bantuan anggaran dari Pemerintah Daerah Kepulauan Tanimbar,Pemerintah Provinsi Maluku, dan Pemerintah Pusat.kami berharap ini bisa menjadi program prioritas pembangunan Tahun 2027 ungkap Kades Matias Rangkoli.

Dampak Serius Bagi Warga

Krisis ketersediaan air bersih ini menimbulkan dampak yang sangat serius dan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat desa Alusi Tamrian, antara lain:

1.Krisis Konsumsi: Ketersediaan air bersih untuk kebutuhan konsumsi, memasak, minum, dan kebutuhan rumah tangga sehari – hari sangat kurang. Warga terpaksa harus berjalan jauh dan mengantri Berjam – jam untuk mendapatkan air.

2.Pendidikan Terganggu: Kondisi ini juga berpengaruh dan berdampak terhadap aktivitas anak – anak sekolah. Banyak anak yang terlambat hadir di sekolah karena harus antri untuk mendapatkan air dan membantu orangtua untuk mencari air, serta kesulitan menjaga kebersihan diri.

3.Kesehatan Terancam: Minimnya ketersediaan air bersih berpotensi besar berdampak pada kesehatan masyarakat. Berbagai penyakit akibat Sanitasi yang buruk dan kekurangan air bersih dapat mengancam warga, terutama anak – dan lansia.

Harapan Warga

Masyarakat Desa Alusi Tamrian berharap, Pemerintah tidak tutup mata. Mereka memohon agar pembangunan pipanisasi air bersih sepanjang 5 kilometer dari sumber mata air menuju Pemukiman warga, segera direhabilitasi, serta pembangunan Bak penampungan parmanen di sumber mata air, dapat segera direalisasikan.

Mereka menilai, akses terhadap air bersih adalah hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh negara. Warga berharap jeritan mereka dari ujung timur Indonesia ini dapat didengar oleh para pemangku kebijakan di tingkat Desa,Kabupaten, Provinsi, hingga ke Pusat.

Jurnalis.Nik.Kaf