Krisis Air Bersih Melanda KKT di Musim Kemarau, Tokoh Masyarakat Desak Pemda Ambil Langkah Darurat

Screenshot_2026-08-30-02-57-36-45_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

 

SAUMLAKI, JURNAL KEPULAUAN NEWS โ€“ Memasuki puncak musim kemarau, krisis air bersih dilaporkan mulai melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku. Minimnya pasokan air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga kini menjadi keluhan utama dan memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat, khususnya di Kota Saumlaki dan sekitarnya.

 

Aspirasi ini disampaikan oleh perwakilan masyarakat melalui beberapa tokoh masyarakat setempat yang secara terbuka menyuarakan kondisi kekeringan di akar rumput. Mereka menilai, persoalan kelangkaan air bersih ini merupakan lagu lama yang selalu berulang setiap tahun saat musim kemarau tiba, namun hingga kini belum ada solusi permanen dari pemerintah daerah.

 

“Setiap musim kemarau, kami masyarakat kecil selalu menjerit karena air bersih sangat minim dan sulit didapatkan. Untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, dan mandi, warga terpaksa harus membeli air tangki swasta dengan biaya yang tidak murah. Kami mempertanyakan kinerja PDAM dan pemerintah daerah, mengapa infrastruktur air bersih kita tidak pernah mampu mengatasi persoalan musiman ini,” kritik salah seorang tokoh masyarakat Saumlaki kepada media, Sabtu (29/08/2026).

 

Kelangkaan air bersih yang berlarut-larut ini dinilai mengganggu kualitas hidup, kesehatan, dan perekonomian domestik warga. Masyarakat mendesak Penjabat Bupati KKT bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) KKT untuk segera mengambil langkah tanggap darurat, seperti menyalurkan bantuan air bersih secara gratis menggunakan mobil tangki ke wilayah-wilayah terdampak parah.

 

Selain langkah darurat, jajaran DPRD KKT juga didesak untuk melakukan pengawasan ketat terhadap alokasi anggaran pengelolaan sumber daya air daerah. Publik menuntut adanya pembenahan total pada jaringan pipa distribusi dan perlindungan terhadap sumber-sumber mata air baku di Tanimbar agar krisis serupa tidak terus menyengsarakan masyarakat di masa mendatang.

 

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Jurnal Kepulauan News masih berupaya mendatangi kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terdekat serta dinas teknis terkait guna meminta konfirmasi resmi mengenai kendala debit air dan skema pembagian zonasi aliran air selama musim kemarau ini.

 

(JKN/1.0.0)