Dinilai Abai Rawat Situs Lourdes, Kinerja Dewan Gereja Dikritik Tajam oleh Yoseph Ngorantutul

IMG-20260929-WA0053

Lauran,Jurnalkepulauannews.com/  Kekecewaan mendalam terkait tata kelola dan komitmen pemeliharaan situs keagamaan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) kini mencuat ke ruang publik. Salah seorang tokoh penggagas aksi gotong royong warga, Yoseph Ngorantutul alias Yos Rangga, secara terbuka melayangkan kritik radikal dan tajam terhadap kinerja jajaran Dewan Gereja Paroki yang dinilai minim kepedulian terhadap kelestarian tempat suci, Selasa (29/09/2026).

Kritik bernada geram tersebut dialamatkan menyusul pembagian zonasi kerja bakti rukun umat yang dinilai tidak berjalan efektif dan tebang pilih. Jalur utama dari jalan raya hingga ke arah pintu masuk lokasi penziarahan Goa Lourdes Bunda Maria dan Goa Hati Kudus Yesus Desa Lauran kedapatan ditelantarkan begitu saja dalam kondisi yang tidak terawat.

Yos Rangga menilai, kebijakan Dewan Gereja yang hanya memplot waktu kerja bakti selama satu hari bagi rukun umum terkesan formalitas belaka. Kondisi ini berbanding terbalik dengan sekelompok kecil umat yang selama berbulan-bulan terakhir secara konsisten setia mengorbankan waktu tanpa pernah mengeluh demi membersihkan makam suci tersebut .

“Kami sangat kecewa dengan cara kerja Dewan Gereja saat ini. Pembagian rukun kerja bakti dari jalan utama sampai pintu masuk seolah dibiarkan telantar begitu saja. Apakah model kerja abai seperti ini yang kalian sebut bekerja di Ladang Tuhan? Kinerja kalian sangat mengecewakan dan mencederai ketulusan kelompok umat yang selama ini rutin membersihkan lokasi tanpa pamrih,” tegas Yos Rangga dengan nada kecewa kepada media.

Situs ziarah Lourdes dan Goa Hati Kudus Yesus Lauran merupakan aset spiritual dan ikon pariwisata religi kebanggaan jemaat di Bumi Duan Lolat . Publik berharap kritik terbuka ini dapat dijadikan momentum evaluasi bagi pengurus dewan pastoral paroki untuk lebih peka, merangkul jemaat di akar rumput, serta menyusun jadwal pemeliharaan infrastruktur secara berkala agar tempat bertelutnya para peziarah tetap terjaga kesuciannya .

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Jurnal Kepulauan News masih berupaya mendatangi Sekretariat Paroki Hati Kudus Yesus Lauran guna meminta konfirmasi resmi dan ruang hak jawab dari jajaran pimpinan Dewan Pastoral terkait kritik yang dilayangkan oleh warga tersebut.

(JKN/RED)