Berawal dari Mimpi Spiritual Yos Rangga, Aksi Bersih-Bersih di Goa Lourdes Lauran Kini Gerakkan Ratusan Umat

Screenshot_2026-09-06-10-44-30-52_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

 

LAURAN, JURNAL KEPULAUAN NEWS – Sebuah pengalaman spiritual mendalam yang dialami oleh warga Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), kini menjadi pemantik gerakan gotong royong massal. Kisah penampakan rohani yang dialami langsung oleh Yoseph Ngorantutul alias Yos Rangga di Situs Ziarah Goa Lourdes Bunda Maria Lauran, telah menggerakkan hati umat Katolik untuk berbondong-bondong datang merawat tempat suci tersebut.

 

Peristiwa iman ini bermula saat Yos Rangga mendatangi Goa Lourdes Lauran pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIT untuk melakukan devosi doa pribadi. Setelah selesai mendaraskan doa dan menyanyikan lagu-lagu rohani, dirinya tidak sengaja tertidur di sekitar pelataran goa.

 

Tepat pada pukul 02.00 WIT dini hari, Yos Rangga mengaku mengalami sebuah mimpi spiritual yang sangat nyata. Di dalam mimpinya, muncul seberkas cahaya terang benderang yang suci—bukan berasal dari lampu PLN, melainkan diyakini sebagai terang Roh Kudus. Dalam penglihatan mistis tersebut, ia melihat Arca (Patung) Bunda Maria berpindah tempat sebanyak dua kali, dan pada perpindahan yang ketiga kalinya, arca tersebut berubah wujud menjadi sesosok manusia nyata.

 

Dalam komunikasi spiritual itu, Sang Bunda menyampaikan pesan mendalam kepada Yos Rangga agar melihat banyaknya sampah dan kotoran yang berserakan di sekitar area Lourdes. Beliau meminta agar Yos Rangga tidak buru-buru pulang sebelum membersihkan area suci tersebut. Yoseph baru terjaga dari tidurnya sekitar pukul 06.00 WIT pagi dan langsung bergegas pulang dengan sukacita iman.

 

Digerakkan oleh pesan spiritual tersebut, Yos Rangga langsung mengambil inisiatif nyata. Ia mengajak ketiga anak kandungnya, yaitu Fijai Ngorantutul, Wulandari Ngorantutul, dan Sinar Ngorantutul untuk datang membawa alat kebersihan dan memulai aksi bersih-bersih di Goa Lourdes Lauran.

 

Siapa sangka, aksi awal dari satu keluarga ini menjadi magnet iman yang luar biasa. Ketulusan Yos Rangga dan anak-anaknya saat membersihkan sampah langsung memantik simpati dan antusiasme dari beberapa umat Stasi Hati Kudus Yesus Lauran. Hingga akhirnya, dalam beberapa hari terakhir, jemaat paroki mulai datang membanjiri dan berbondong-bondong memadati lokasi Lourdes untuk ikut serta menggelar kerja bakti massal.

 

Fenomena gotong royong yang berawal dari pesan rohani ini diharapkan dapat terus mempererat tali persaudaraan umat di Desa Lauran. Di sisi lain, media dan masyarakat menaruh harapan agar gerakan swadaya warga ini dapat menggugah pekabupatentan Pemerintah Daerah (Pemda) KKT untuk memberikan perhatian lebih dalam melengkapi infrastruktur dan fasilitas yang masih kurang di situs pariwisata religi andalan Pulau Tanimbar tersebut.

 

(JKN/1.0.0)