Kesaksian Iman dari Lourdes Lauran: Riko Fuatkait Mengaku Alami Pengalaman Spiritual Berhadapan di Goa Bunda Maria
LAURAN, JURNAL KEPULAUAN NEWS – Suasana iman dan religiusitas warga Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) mendadak diwarnai oleh kisah pengalaman spiritual yang mendalam. Sebuah kesaksian mengenai penampakan rohani di Situs Ziarah Goa Lourdes Bunda Maria Lauran yang dialami oleh seorang pemuda setempat bernama Riko Fuatkait pada Selasa malam (25/08/2026) sekitar pukul 21.00 WIT, kini menjadi perbincangan hangat dan mempertebal iman umat Katolik di Bumi Duan Loloda.
Kronologis peristiwa ini bermula ketika ayah Riko, yakni Bapak Kornelis Fuatkait, pergi melakukan devosi doa rutin di Goa Lourdes sekitar pukul 19.00 WIT. Setelah selesai berdoa, Bapak Kornelis langsung pulang ke kampung, namun dirinya tidak langsung menuju ke rumah melainkan singgah ke tempat penyulingan tradisional (walang masak sopi) yang berada di kompleks rumah Bapak Wilem Lalyeban.
Karena belum melihat ayahnya kembali ke rumah hingga larut malam, Riko Fuatkait berpikir sang ayah masih tertinggal dan melanjutkan doa di dalam goa. Riko kemudian berinisiatif pergi menjemput sang ayah menggunakan sepeda motor. Setibanya di lokasi parkiran penziarahan Lourdes, Riko mengarahkan sorot lampu senter motornya ke arah dalam goa dan melihat bayangan sesosok pria duduk berdoa menghadap patung Bunda Maria, yang ia yakini sebagai ayahnya.
Riko kemudian berjalan mendekat menuju goa, namun setibanya di depan pelataran, sosok pria tersebut mendadak hilang dari pandangan. Merasa heran, Riko sempat berteriak memanggil ayahnya sambil berjalan memeriksa ke arah area goa lama. Karena tidak menemukan tanda-tanda keberadaan sang ayah, Riko memutuskan untuk membalikkan badan berniat kembali ke arah motor.
Pada momen krusial saat balik badan tersebut, Riko mengaku kaget luar biasa karena mendadak berhadapan muka dengan penampakan sakral Tuhan Yesus tepat di area Goa Bunda Maria. Seketika itu juga, Riko merasakan sensasi fisik yang aneh di mana seluruh tubuhnya terasa sangat berat seolah sedang memikul beban yang sangat besar, disertai kedua kaki yang kaku dan berat untuk dilangkahkan.
Dalam kondisi gemetar, takut, dan penuh rasa hormat, Riko memilih mengambil posisi tiarap menuju area Goa Bunda Maria, lalu merangkak turun melewati undakan tangga-tangga batu Lourdes. Riko mengisahkan bahwa langkah kakinya saat itu terasa sangat jauh dan berat menuju tempat parkiran, sementara sorot mata teduh dari penampakan rohani tersebut terus menatapnya hingga ia berhasil menyalakan sepeda motor untuk pulang ke rumah.
Kisah penampakan spiritual ini kemudian diceritakan secara turun-temurun dari Bapak Kornelis kepada kerabat dekat, dan menjadi refleksi iman bersama bagi seluruh umat di Desa Lauran. Melalui momentum rohani ini, masyarakat adat dan para penziarah diajak untuk merefleksikan diri, memperbanyak doa yang tulus, serta bergotong royong bersama-sama mengambil bagian untuk merawat, menjaga, serta melengkapi kekurangan fasilitas yang ada di situs suci Lourdes Lauran. Ratu Norkit Monuk Dedesar (Bunda Maria Pelindung Kita Semua).
(JKN/1.0.0)






