Dermaga Batu Putih KKT Dinilai Tak Layak, Pemkab Tanimbar Didesak Segera Bangun Fasilitas Representatif
Saumlaki,Jurnalkepulauannews.com,-/ Fasilitas dermaga di Desa Batu Putih (Otemer), Kecamatan Wuarlabobar, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sebagai urat nadi transportasi laut utama yang menghubungkan Desa Makatian, wilayah Kecamatan Wuarlabobar, dan Kecamatan Seira menuju ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Saumlaki), kondisi infrastruktur di lokasi tersebut dinilai sangat memprihatinkan dan tidak lagi layak untuk menunjang aktivitas publik.
Dermaga yang terletak di kawasan Slaki ini merupakan titik sentral pergerakan masyarakat dari dua kecamatan dan satu desa di wilayah barat Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Meski memiliki peran yang sangat strategis, fasilitas tambatan perahu di pelabuhan ini sangat sempit dan terbatas. Akibatnya, setiap hari para penyedia jasa angkutan laut dan penumpang harus bertaruh dengan keterbatasan fasilitas demi bisa mengakses transportasi umum.
Kondisi infrastruktur yang minim ini menimbulkan berbagai kendala teknis di lapangan. Para pengendara laut dan warga pengguna jasa transportasi mengeluhkan tidak adanya fasilitas pendukung yang memadai untuk menjamin keselamatan (safety) serta kenyamanan berlayar.
Ironisnya, di tengah keterbatasan sarana prasarana tersebut, kawasan dermaga Batu Putih justru tumbuh menjadi episentrum baru perputaran ekonomi masyarakat. Aktivitas dagang di lokasi ini terbilang sangat pesat dengan menjamurnya berbagai warung, kios, dan usaha mikro di sekitar area pelabuhan yang memanfaatkan ruang lahan yang sangat terbatas.
Melihat kontribusi besar pelabuhan ini bagi mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi, masyarakat mendesak agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar segera memberikan perhatian serius. Pemkab dituntut untuk melakukan langkah nyata berupa pembangunan dan penyediaan fasilitas dermaga yang representatif dan aman.
Peningkatan infrastruktur transportasi laut di wilayah barat Tanimbar ini dinilai sudah sangat mendesak. Pembangunan dermaga yang layak tidak hanya akan memperlancar arus logistik dan memangkas waktu tempuh, tetapi juga menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di daerah kepulauan demi marwah Tanimbar yang lebih maju. (Randy Fenan)






