KISAH JUANG DUA IBU ASAL DESA LAURAN DI RSUD MAGRETY: BERHARAP SENTUHAN KASIH BUPATI TANIMBAR.

IMG_20260521_084348_064

Saumlaki,Jurnalkepulauannews.com,-/  Di balik megahnya bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. P. P. Magretti Saumlaki, tersimpan kisah perjuangan hidup yang luar biasa dari dua orang ibu tangguh asal Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan. Sejak rumah sakit tersebut resmi dioperasikan hingga saat ini, keduanya setia berdiri di bawah tenda darurat demi mengais rezeki dan melayani kebutuhan konsumsi para pengunjung maupun keluarga pasien.

Mereka adalah Ibu Rosa Delima Batcseran/Bwariat (biasa disapa Ibu Rosa) yang mengadu nasib dengan berjualan nasi putih ikan, serta Ibu Alowisya Yempormase (biasa disapa Ibu Witi) yang menjajakan menu nasi kuning ikan khas lokal. Dengan lapak sederhana berbahan kayu seadanya, kedua ibu asal Desa Lauran ini bahu-membahu menghidupi keluarga mereka dari fajar hingga petang.

Meski kondisi tempat berjualan mereka saat ini jauh dari kata layak dan rentan terhadap debu jalanan maupun cuaca ekstrem, semangat juang Ibu Rosa dan Ibu Witi tidak pernah surut. Namun, di balik senyum ramah saat melayani pembeli, tersimpan harapan besar yang terus mereka panjatkan kepada jajaran Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa.

Melalui media ini, kedua ibu tangguh tersebut mengetuk pintu hati Pj. Bupati Kepulauan Tanimbar, Bapak Ricky Jauwerissa, serta Wakil Bupati, Ibu dr. Juliana Chatarina Ratuanak, agar sudi melihat langsung potret perjuangan rakyat kecil di depan RSUD Magretti. Mereka bermohon agar Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa Lauran dapat mengulurkan bantuan berupa fasilitas kios kecil yang layak pakai.

“Kami berdua sangat berharap Bapak Bupati Ricky dan Ibu Wakil Bupati dr. Juliana bisa membantu kami. Jika ada bantuan berupa kios permanen yang bersih, tempat jualan kami bisa menjadi rumah makan yang layak dan higienis untuk para pengunjung rumah sakit yang membeli makanan,” ungkap mereka penuh harap.

Bantuan modal usaha atau penyediaan lapak yang representatif bagi pelaku UMKM kecil seperti Ibu Rosa dan Ibu Witi dinilai sangat krusial. Selain meningkatkan taraf ekonomi keluarga, penataan kios yang layak juga akan mempercantik estetika di area sekitar fasilitas kesehatan milik daerah tersebut. Masyarakat luas pun berharap agar jeritan hati kedua ibu asal Desa Lauran ini segera mendapat respons nyata dari Pemkab Tanimbar demi mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata di Bumi Duan Lolat.

(  O. B.L )