Isu Soal Stop Pers Yang Dikeluarkan Alo Londar Kepada Nikolas Besitimur Menuai Sorotan Tajam
Jurnal Kepulauan News Saumlaki 05/08/2025 – Menyimak pemberitaan Jurnal Investigasi dengan judul : “Stop Press Nikolas Besitimur Rekayasa Alo Londar Redaksi Satya Bhayangkara : Itu Fitnah terkesan sepihak dan lucu.
Anehnya, seorang jurnalis yang klaim diri paham dan serba tahu dengan modal mulut besar, hanya bisa berkoar di media miliknya.
“Kan mestinya bicara di media lain dengan nara sumber berbeda. Artinya biarlah orang lain menilai dan berkomentar, bukan malah membuat opini yang terkesan dipaksakan dan tidak memenuhi syarat.” Kata Alo Londar, Wartawan media Jurnal Kepulauan News.
Kelucuan bahkan kedunguan lainnya yang dipertontonkan Nikolas Besitimur kepada publik adalah memvonis orang lain tanpa disertai bukti yang valid.
“Karena yang mengeluarkan Stop Pers di media Satya Bhayangkara kala itu adalah pimpinan pusat. Saya dalam hal ini tidak memiliki sedikit pun kewenangan untuk mengeluarkan Stop Pers sebagaimana dimaksud.” Tegasnya.
Kepada Media ini Alo Londar mengakui, jika Stop Pers yang disebarkanjya beberapa waktu lalu, berdasarkan adu argumen kedua belah pihak (Nikolas dan Alo) yang buntutnya Nikolas mengklaim jika Alo Londar tak paham dan berbagai tuduhan lain yang terkesan mendiskreditkan dirinya.
Karena alasan itulah, Alo Londar berniat menyebarkan Stop Pers tersebut, untuk membuktikan kepada publik, jika Nikolas Besitimur pernh dipinalti dengan kartu Stop Pers tersebut.
“Kalau benar saya tidak paham, lantas kapan pernah saya dipinalti? Bukti jelas jika beberapa kali saya pegang kedua sendiri, berbadan Hukum jelas dan saya juga wartawan yang tidak pernah dipinalti. Karena itu jika saya dinilai tak paham mua ini jauh lebih konyol.” Tegas Alo Londar.
Karena itu Alo Londar minta semua pihak khususnya para pekerja media di daerah ini agar tetap obyektif dan membiarkan publik menilai.
“Jangan Selalu klaim diri hebat, bermulut besar dipikir paham padahal justru jadi bahan tertawaan karena ketidakpahamannya.” Ujarnya.
Di mengajak para pekerja media untuk terus belajar, dan bukan mengeluarkan narasi-narasi tak berdasar hanya berdasarkan opini pribadi.
Alo Londar juga menyoroti pinalti bagi Nikolas Besitimur, yang belakangan juga menerima pinalti serupa di media lainnya, seperti Tanimbar News dan mungkin media lainnya yang tidak terekspose.
“Kalau Nikolas mengklaim dirinya tidak pernah terdaftar sebagai wartawan Satya Bhayangkara, lantas mengapa pimpinan pusat mengeluarkan Stop Pers bagi yang bersangkutan? Ini yang paling lucu bukan? Lantas dia mengklaim tak pernah menulis di media tersebut. Pertanyaan saya, adakah media bisa mengeluarkan Stop Pers bagi Wartawan yang tidak dikenalnya?
Karena itu menurut Alo Londar, upaya untuk mengeluarkan bantahan itu hanya untuk pencit dirinya di mata publik, padahal Stop Pers itu pernah diterimanya sebagai bukti kalau yang bersangkutan tak profesional dalam melaksanakan tugasnya.
“Banyak berkacalah, jangan asal koar-koar tapi justru tak paham apa-apa. Punya pengetahuan karena bnyak Copas di internet lantas menganggap diri jauh lebih hebat, pernah belajar wartawan di mana? Suka klaim tanpa berkaca, ini yang paling berbahaya.” Imbuhnya. (Oliva Bwariat)






