Kegiatan UKW di Tanimbar Diduga Hasil Odong-Odong Dan Juga Direkayasa

IMG-20251015-WA0050

Saumlaki,juurnalkepulauannews. Com,-Rencana pelaksanaan UKW di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada bulan oktober 2025 adalah hasil odong-odong atau dan sarat rekayasa, karena tidak ada Panitia pelaksanaan UKW, dan belum ada Pra UKW sehingga diduga tidak sesuai dengan mekanisme pelaksanaannya.

Rencana Kegiatan UKW yang akan dilaksanakan pada bulan oktober 2025 itu diduga sebuah hasil rekayasa yang dilakukan oleh Karateker PWI Simon Lolonlun adalah seorang politisi yang berasal dari Partai Nasdem yang kini mengelola organisasi PWI di Kabupaten yang bertajuk Bumi Duan Lolat.

Kepada wartawan media ini, di kediamannya wartawan senior Nikolas Y.S. Futwembun mengatakan rencana pelaksanaan UKW untuk wartawan di Tanimba, memang penting tetapi harus terbuka dan sesuai dengan mekanisme, sehingga bisa menjawab kompetensi Wartawan itu sendiri.

Khususnya di daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar mesti organisasi wajib punya ketua terpilih dari hasil Konfrensi atau musyawarah sehingga bisa membuat program kerja dan menjalankan tugas-tugas organisasi bersama pengurus dan anggotanya.

Kalau hanya seorang karteker yang berasal dari politisi yang mengatur independensi wartawan tidak bisa menjawab, jadi lebih baik, pimpinan berasal dari independen supaya fokus pada penyelenggaraan konferensi, supaya menghasilkan ketua terpilih, selanjutnya baru pengurusnya menyiapkan UKW dengan pengurus yang difinitif.

Bukan jabatan karteker, apalagi berasal dari partai politik kemudian menyiapkan penyelenggaraan UKW, dimana independensi wartawan?” Tanya Futwembun.

Namun lebih penting dari situ adalah menyiapkan Panitia untuk menyelenggarakan Pra UKW hingga pelaksanaan UKW pada waktunya sehingga segala sesuatu disiapkan lebih matang dan berkwalitas.”Katanya”.

Kalau hanya merekomendasikan karteker Simon Lololun yang sudah terkontaminasi dengan partai politik apakah Simon sudah mengantongi sertifikasi penyelenggaraan pelaksanaan UKW atau tidak?” Tanya Yos Futwembun.

Selain itu, Futwembun juga menjelaskan terkait dengan persyaratan dan link yang dibuat oleh oknum wartawan yang sangat diragukan keabsahannya, dimana sala satu syarat yang dibuat, adalah media yang telah terferifikasi jika syarat itu benar-benar dilaksanakan maka dipastikan wartawan Tanimbar tidak ada yang bisa mengikutinya termasuk link yang dikelola oleh okom wartawan tersebut apalagi belum dibuka pendaftarannya.

Diduga perektrutan peserta UKW yang dilaksanakan oleh Simon Lolonlun hanya bisa mengakomodir orang-orangnya saka”Ungkap-nya.”

Apalagi Yos Futwembun meragukan pelaksanaan hasil UKW, yang belum mengikuti pelatihan dan pra UKW, untuk mempersiapkan diri masuk mengikuti UKW, tatapi seperti apa lansung main tembak masuk ke UKW, apakah kwalitasnya bisa di jamin?
Diduga hal ini, sudah menjadi kebiasaan bagi oknom- oknum wartawan yang sudah terbiasa loncat jendela.

Selain itu, lagi-lagi Futwembun menyoroti hasil rekayasa ini, diduga dibuat untuk hanya mengejar dana CSR dari SKK Migas.”Pungkasnya”.

Futwembun Mendesak dan meminta LPDS untuk segera mengefalwasi kembali, kegiatan UKW agar benar-benar dijamin kwalitas pelaksanaannya karena diduga Simon Lolonlun adalah hasil titipan yang diduga dari oknum karyawan Inpek di propinsi.(JKN.01)