Salah Satu Anggota PWI Resah, Yang Dilakukan PLT PWI KKT Karena Tidak Dilibatkan Dalam Kegiatan Resmi PWI KKT
Saumlaki,Jurnalkepulauannews.com.- Simon W adalah wartawan nasional dan juga adalah anggota PWI di Provinsi Sumatera Selatan, dan mempunyai pengalaman liputan di seluruh Indonesia. Ini membuktikan bahwa wartawan Simon W adalah wartawan nasional. Tetapi ada yang meragukan terkait identitas Simon W yang adalah wartawan nasional.
Ancaman dan fitnahan yang dilayangkan kepada Simon W, dirinya tidak mundur dan gentar sedikitpun terhadap Plt Ketua PWI Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Pasalnya yang dilakukan Plt PWI KKT adalah tidak benar dan diluar prosedur. Karena Simon tidak pernah menyinggung yang namanya Organisasi PWI hanya diduga Plt PWI KKT saja yang berpolemik dengan membawa-bawa nama Simon W.
Plt Ketua PWI KKT bekerja ikut maunya sendiri, wartawan yang dia suka akan diakomodirnya dan jika dirinya tidak suka akan dijauhkan. Setiap kegiatan resmi yang dilakukan Plt PWI KKT tidak melibatkan anggota PWI KKT yang sah. Sehingga anggota PWI KKT kecewa dan akan membuat surat mosi tidak percaya kepada Ketua PWI KKT Simon Lolonlun. Kemudian surat tersebut dikirim ke PWI Maluku.
Simon W akan menempuh jalur hukum terhadap fitnahan dan kata-kata hinaan yang di katakan oleh Plt Ketua PWI KKT Simon Lolonlun yakni “Kamu Nau-Nau,” dan oknum lain yang juga menghina dirinya. Sehingga Simon Lolonlun tidak pantas menjadi apapun namanya dalam Organisasi PWI di KKT. Apalagi mau mencalonkan diri menjadi Ketua PWI KKT sangat menyedihkan.
Simon Lolonlun telah membuktikan dan memperlihatkan sikap arogan yang buruk terhadap masyarakat di seluruh Kabupaten Kepulauan Tanimbar, melalui pernyataannya di media online. Sebenarnya seorang yang ditunjuk atau apapun namanya dalam memimpin sebuah organisasi tidak boleh menunjukkan arogannya tetapi di KKT lain lagi. Sangat mengecewakan apa yang ditunjukkan oleh seorang Simon Lolonlun di media online dan grup-grup whatsapp sehingga menjadi viral.
“Simon Lolonlun tidak ada kelas dengan saya karena terlalu ringan, makanya jangan kasi bangun singa yang sedang tidur,” tegas Simon W.
Simon Lolonlun sebaiknya mundur dari jabatan Plt Ketua PWI KKT karena tidak pantas menduduki jabatan dimaksud. Simon dinilai tidak mampu mengakomodir dan merangkul Insan Pers di KKT, malahan Simon Lolonlun membuat sekat-sekat dan kelompok-kelompok sehingga para wartawan di KKT saling beradu dalam berita dan grup-grup whatsapp.
Sangat disayangkan, seharusnya sebagai seorang yang memimpin yang baik dalam sebuah organisasi harus menjadi contoh dan panutan bagi siapa saja apalagi dia adalah seorang wartawan yang selalu memberikan informasi ke masyarakat. Namun yang diperlihatkan oleh Simon Lolonlun adalah contoh yang buruk dan tidak terpuji.
“Saya berkomitmen bagi siapa saja yang fitnah, yang ekspos, ancam, selalu bicara yang bukan-bukan, wartawan apakah-apakah, wartawan bodrex kah, gadungan kah, SEMUANYA KELAS RINGAN, dan SW wartawan jelas karena saya liputan di seluruh Indonesia,”ungkap Simon W.
Sejumlah wartawan di KKT setelah dikonfirmasi mengatakan, Simon Lolonlun seharusnya tidak menunjukkan sikap arogansinya, tetapi harus menunjukkan sikap yang baik dan dewasa dalam berorganisasi. Simon Lolonlun harus merangkul bukan memisahkan dan membuat blok-blok diantara wartawan di KKT.






