Kisah Pilu Anak Yatim Pratu Kristian: Pihak Keluarga Besar di Lauran Memohon Uluran Tangan Dandim Saumlaki

IMG-20260921-WA0023

 

SAUMLAKI, JURNAL KEPULAUAN NEWS – Tabir duka tiga tahun lalu yang menyelimuti keluarga besar almarhum Pratu Kristian kembali mencuat ke permukaan. Pihak keluarga besar di Desa Lauran kini secara terbuka memohon atensi dan uluran tangan dari Komandan Kodim (Dandim) 1507/Saumlaki untuk membantu melihat persoalan hak asuh serta pemenuhan nafkah anak yatim peninggalan almarhum yang dinilai memprihatinkan, Senin (21/09/2026).

 

Kronologi peristiwa memilukan ini bermula tiga tahun lalu ketika almarhum Pratu Kristian bersama istrinya, Fitri Indriani, dan anak mereka melakukan perjalanan darat menggunakan sepeda motor dari Larat menuju Saumlaki. Karena hari sudah larut malam, mereka memutuskan singgah di Desa Waturu untuk menitipkan anak balita mereka kepada kerabat keluarga di sana demi keselamatan di jalan.

 

Nahas, saat melanjutkan perjalanan berdua dari Desa Waturu menuju Saumlaki, sepasang suami istri ini mengalami kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa Pratu Kristian. Berdasarkan kesaksian dari sang istri, Fitri Indriani, saat itu terjadi perselisihan di atas motor di mana almarhum disebut menolak atau mendorong dirinya hingga motor yang dikendarai kehilangan kendali dan masuk ke dalam area kebun pisang di pinggir jalan.

 

Pasca-tragedi tersebut, anak yatim yang kini dibesarkan oleh kakek dan neneknya di Desa Lauran dilaporkan minim mendapatkan perhatian finansial jangka panjang. Pihak keluarga besar membeberkan bahwa selama tiga tahun ini, sang istri hanya pernah menyerahkan uang duka kematian sebesar Rp10.000.000,- dan bantuan untuk anak sebesar Rp5.000.000,-. Setelah pemberian tersebut, tidak ada lagi kesinambungan nafkah atau biaya pertumbuhan anak yang dikirimkan.

 

“Anak yatim ini ditinggalkan penuh untuk dirawat oleh kakek neneknya yang sudah tua di Lauran. Biaya susu, makan, dan pertumbuhannya selama tiga tahun ini hanya ditopang swadaya keluarga. Kami sangat memohon bantuan dari Bapak Dandim Saumlaki selaku pimpinan tertinggi institusi almarhum untuk bisa memediasi masalah ini agar hak asuh dan tunjangan masa depan anak yatim ini bisa tersalurkan secara adil dan transparan,” keluh perwakilan keluarga besar Bwariat kepada media.

 

(JKN/1.0.0)