Patut Dicontoh, Warga Lauran Ini Tak Kenal Lelah Setia Rawat Goa Lourdes dan Goa Hati Kudus Yesus

Screenshot_2026-09-24-22-16-54-58_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

 

LAURAN, JURNAL KEPULAUAN NEWS – Di tengah kesibukan hidup dan pasang surut kepedulian sosial, sebuah potret ketulusan sejati ditunjukkan oleh salah seorang warga di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan. Tanpa mengharapkan imbalan materiil, figur warga yang tak kenal lelah ini tetap setia meluangkan waktu dan tenaganya setiap hari demi menjaga kebersihan serta keasrian Situs Ziarah Goa Lourdes Bunda Maria dan Goa Hati Kudus Yesus, Kamis (24/09/2026).

 

Dedikasi luar biasa ini menjadi buah bibir dan panutan positif di akar rumput. Di saat pengerjaan fisik fondasi awal situs religi tersebut membutuhkan banyak sokongan, kehadiran warga ini menjadi motor penggerak moral yang membuktikan bahwa keterbatasan armada dan biaya swadaya bukan menjadi penghalang untuk berbuat baik demi rumah ibadah .

 

Saban hari, dengan membawa alat kebersihan sederhana, ia dengan telaten membersihkan sampah plastik, mencabuti rumput liar di undakan tangga, hingga merapikan pelataran tempat umat Katolik dari berbagai paroki se-Saumlaki bertelut mendaraskan doa dan sembahyang. Ketetapan hatinya untuk terus merawat makam suci ini mendulang rasa hormat yang mendalam dari jemaat Stasi Hati Kudus Yesus Lauran .

 

“Beliau adalah teladan nyata bagi kita semua di Tanimbar. Ketika orang lain sibuk dengan urusan masing-masing, ia membuktikan kesetiaan yang luar biasa tanpa kenal lelah merawat kekurangan yang ada di lokasi Lourdes dan Goa Hati Kudus Yesus ini. Ketulusan hatinya menjadi berkat tersendiri bagi kenyamanan para penziarah,” ungkap salah seorang tokoh umat Lauran dengan penuh apresiasi kepada media .

 

Aksi nyata tanpa pamrih ini diharapkan dapat mengetuk pintu hati masyarakat yang lebih luas, terutama Dewan Gereja dan para dermawan, untuk mengalihkan langkah kaki membantu pengerjaan fondasi yang sedang diupayakan . Publik juga berharap agar konsistensi warga ini dapat menggugah kepekaan Dinas Pariwisata KKT untuk segera menurunkan intervensi bantuan infrastruktur jalan dan fasilitas umum yang selama ini memprihatinkan di lokasi cagar budaya religi kebanggaan Pulau Tanimbar tersebut .

 

(JKN/1.0.0)