Batal Hadir Fisik, Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Blok Masela via Virtual: Warga Tanimbar Kecewa
SAUMLAKI, JURNAL KEPULAUAN NEWS – Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan resmi dilaksanakan, Kamis (16/07/2026).
Namun, pelaksanaan momen bersejarah yang telah dinanti puluhan tahun oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi warga lokal akibat ketidahadiran fisik Presiden RI Prabowo Subianto di lapangan.
Presiden Prabowo Subianto akhirnya meresmikan proyek raksasa senilai USD 20,9 miliar tersebut secara virtual melalui video conference dari Istana Negara, Jakarta. Di lokasi kegiatan darat Desa Lermatang, acara dihadiri langsung oleh jajaran menteri pembantu presiden, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Kepala KSP Dudung Abdurachman, serta Bupati KKT Ricky Jauwerissa.
Kekecewaan warga tidak dapat dibendung mengingat antusiasme besar yang telah dipersiapkan sejak jauh hari. Sepanjang rute Trans-Tanimbar dari Bandara Mathilda Batlayeri hingga ke lokasi acara di Lermatang dipenuhi oleh bentangan baliho penyambutan wajah Kepala Negara.
Ratusan warga yang memadati sekitar area pengamanan VVIP harus gigit jari karena tidak bisa melihat dan menyapa langsung pemimpin negara di bumi Duan Lololat.
“Kami sangat kecewa karena sudah menunggu berhari-hari untuk melihat Pak Presiden menginjakkan kaki di Tanimbar guna meresmikan mega proyek ini secara langsung. Baliho sudah pasang penuh di jalan raya, tapi peresmiannya ternyata hanya lewat layar kaca,” ungkap salah satu warga lokal di Saumlaki dengan nada lesu.
Menanggapi gejolak kekecewaan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh masyarakat Maluku dan Tanimbar di sela-sela pidato virtualnya. Presiden mengaku terpaksa membatalkan keberangkatan fisik karena adanya agenda mendesak di pusat yang tidak dapat ditinggalkan, serta menegaskan hal ini menjadi “utang” kunjungan kerja yang akan segera ia lunasi dalam waktu dekat.
(JKN/Red)






