Pembagian Jasa Publikasi Groundbreaking Blok Masela Dinilai Tak Adil, Wartawan Tanimbar Kecewa

IMG-20260716-WA0081

Saumlaki,jurnalkepulauannews.com,/  Solidaritas dan dedikasi para wartawan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dalam mengawal pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela patut diacungi jempol. Sejak tahap persiapan, insan pers dari berbagai media lokal maupun nasional aktif menyebarluaskan informasi guna mendukung kesuksesan investasi negara tersebut.

Namun, di balik klaim suksesnya acara, gelombang kekecewaan mendalam justru datang dari para kuli tinta. Mereka menyoroti pembagian anggaran jasa publikasi yang dinilai tidak transparan, tidak rasional, serta jauh dari asas keadilan jika dibandingkan dengan beban kerja peliputan yang menguras energi.

Sejumlah jurnalis lokal mengungkapkan bahwa nilai kompensasi yang dialokasikan panitia penyelenggara sangat minim. Padahal, ini merupakan agenda berskala nasional dengan persiapan masif yang menuntut konsentrasi pemberitaan secara intensif selama berminggu-minggu.

Kekecewaan ini kian ironis di tengah batalnya kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto di Bumi Duan Lolat. Sebagian jurnalis menilai, pihak penyelenggara terkesan menjadikan perubahan agenda kepresidenan ini sebagai celah untuk mengabaikan komitmen awal profesionalisme kemitraan media, termasuk dalam pemenuhan hak-hak publikasi secara proporsional.

Di sisi lain, Proyek Lapangan Gas Abadi Blok Masela merupakan salah satu investasi energi terbesar di Indonesia dengan nilai fantastis mencapai sekitar Rp300 triliun. Kontrasnya nilai investasi raksasa tersebut dengan minimnya penghargaan terhadap ruang publikasi media lokal memicu tanda tanya besar dari para awak media.

Para jurnalis mendesak agar pihak penyelenggara kegiatan maupun instansi terkait segera melakukan evaluasi total terhadap pola kemitraan media. Mereka menuntut adanya transparansi anggaran publikasi agar perlakuan terhadap pers sebagai mitra strategis pembangunan dilakukan secara adil dan bertanggung jawab.

Kendati melayangkan kritik tajam, insan pers di Kepulauan Tanimbar menegaskan bahwa sikap ini merupakan bentuk kontrol sosial demi perbaikan tata kelola ke depan, bukan untuk melemahkan dukungan terhadap PSN Blok Masela. Mereka menyatakan tetap berkomitmen menjalankan fungsi jurnalistik secara independen, objektif, dan profesional dalam mengawal setiap jengkal pembangunan di daerah.

( JKN. Randi f )