Antrean Mengular di SPBU Saumlaki, Sopir Truk dan Pengguna Solar Bertanya-tanya Ada Apa Lagi?

IMG-20260901-WA0044

 

SAUMLAKI, JURNAL KEPULAUAN NEWS – Pemandangan tidak sedap kembali mewarnai fasilitas pengisian bahan bakar di Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Selasa (01/09/2026), antrean panjang kendaraan roda empat dan truk pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi dilaporkan kembali mengular hingga ke bahu jalan di luar area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

 

Kondisi yang terus berulang ini memicu keprihatinan sekaligus tanda tanya besar dari para pengemudi dan pelaku usaha logistik daerah. Para sopir terpaksa harus menghabiskan waktu produktif mereka selama berjam-jam di dalam antrean panjang demi mendapatkan jatah solar bersubsidi untuk melanjutkan operasional kerja.

 

“Kami pengguna solar kembali dihadapkan pada kondisi antrean yang sangat panjang. Kami masyarakat kecil bertanya-tanya, ada apa lagi dengan pasokan solar di Saumlaki? Mengapa masalah ini seakan tidak pernah selesai dan terus berulang tanpa ada kejelasan yang pasti dari pihak pengelola maupun pemerintah daerah,” keluh salah seorang sopir truk angkutan dengan nada kecewa kepada media.

 

Kembalinya antrean panjang ini dikhawatirkan dapat berdampak luas pada kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di Pulau Tanimbar. Publik menilai, harus ada ketegasan sistem pengawasan pada loket pengisian, terutama dalam mendeteksi apakah kelangkaan dan antrean ini murni karena keterlambatan pasokan Pertamina atau akibat adanya kebocoran distribusi yang dinikmati pihak industri secara ilegal.

 

Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah KKT bersama aparat penegak hukum dan Pertamina Wilayah Maluku untuk segera turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak). Sistem pengawasan berbasis barcode yang diterapkan seharusnya mempermudah dan menertibkan pelayanan, bukan justru memperpanjang birokrasi dan menciptakan antrean yang menyengsarakan para sopir lokal.

 

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Jurnal Kepulauan News masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak manajemen SPBU Saumlaki serta Dinas Perdagangan KKT guna memperjelas penyebab utama kembalinya antrean panjang pengguna solar bersubsidi ini.

(JKN/1.0.0)