SMSI Bakal Kukuhkan Pokja News Room Jaga Desa 5 Provinsi Besar di Dewan Pers

IMG-20260825-WA0001

 

JAKARTA – Jurnal Kepulaan News Di tengah menghangatnya dinamika politik nasional menjelang akhir Agustus, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) terus mematangkan langkah konsolidasi organisasi. Wadah perusahaan media siber terbesar ini dijadwalkan akan menggelar pengukuhan serentak pengurus Kelompok Kerja (Pokja) News Room Jaga Desa untuk lima provinsi besar di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada Kamis (27/08/2026).

 

Kelima wilayah yang akan dikukuhkan kepengurusannya meliputi Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu. Agenda ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pembentukan kepengurusan serupa yang telah dimulai di Bali pada awal Juli lalu, kemudian disusul oleh Lampung, Banten, dan Kepulauan Riau. Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengonfirmasi bahwa pelantikan kelima pengurus provinsi tersebut akan disatukan dalam satu seremoni resmi.

 

Pemilihan tanggal pengukuhan ini sempat memantik sorotan tajam publik karena bertepatan dengan rencana aksi demonstrasi besar di depan Gedung DPR RI, Senayan. Gelombang massa, salah satunya dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), dilaporkan telah mulai bergerak ke ibu kota guna membawa tuntutan krusial terkait desakan pengesahan RUU Perampasan Aset hingga pengusutan isu tata kelola dana daerah. Di linimasa media sosial, situasi makin riuh oleh munculnya spekulasi narasi liar, meskipun Polda Metro Jaya telah mengimbau publik untuk tetap tenang dan menyaring informasi hoaks.

 

Kesamaan tanggal tersebut memicu spekulasi apakah pengumpulan para pengurus media siber dari berbagai daerah ke ibu kota oleh SMSI memiliki motif mobilisasi politik.

 

Merespons hal tersebut, Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar, menepis keras anggapan adanya motif politis di balik agenda organisasi. Menurut Makali, kesamaan tanggal tersebut murni merupakan kebetulan jadwal internal organisasi yang sudah diagendakan jauh-jauh hari dan sama sekali tidak berkaitan dengan gerakan demonstrasi mana pun.

 

Sebagai konstituen Dewan Pers, Makali menegaskan bahwa SMSI bukan merupakan organisasi massa (ormas), melainkan wadah bagi perusahaan-perusahaan media siber resmi. Melalui pengukuhan Pokja Jaga Desa ini, SMSI justru menyerukan kepada seluruh pengurus dan anggotanya di daerah untuk tetap berdiri teguh di koridor pers yang profesional dengan menyajikan informasi yang jernih, akurat, dan berimbang di tengah situasi nasional yang dinamis demi menjaga stabilitas negara.

(JKN/1.0.0)