YANTELYAWAR MERASA DIBOHONGI OLEH VIKI ADITYA
Jurnalkepulauannews.com,-Saumlaki 12/3-2023, Pemilik akun yantelyawar, mempertanyakan tanggung jawab Viky Aditya, seorang menejer profesional, yang bekerja pada satu perusahan jasa online yang bernama OPEN MOVIS I – VI, yang berlokasi di kota Semarang propinsi Jawa Tengah
Yantelyawar merasa sangat dirugikan, dengan hasil koordinasi Viky Aditya dengan pihak pedagang, terkait dengan keterlambatan kegiatan isi ulang yang harus dilakukannya, untuk menyelesaikan tugas doble yang diembankan kepadanya, sejak tanggal 7/3 sampai tanggal 11/3 – 2026
Keterlambatan isi ulang dimaksud menurutnya, bermula dari tindakan Viky Aditya, yang memindahkan dirinya bersama tuju orang anggota lain, ke group baru hasil bentukannya, yang bernama GROUP VVIP 1985
Tindakan untuk memindahkan anggota tersebut, pada awalnya tidak diterima oleh yantelyawar, karena dirinya merasa bahwa, saldo rekening banknya tidak sanggup untuk menyelesaikan tugas doble
Keluhan yantelyawar ini, tidak ditanggapi oleh Aditya, karena Aditya tetap bersih keras, agar para anggota tetap melaksanakan tugas doble, pada GROUP VVIP 1985
Perdebatan alot pun terjadi di dalam group, karena yantelyawar masih tetap merasa tidak sanggup untuk melaksanakan tugas di maksud
Perdebatan itu, berujung dengan tindakan arogan dan emosionalnya Aditya, dengan mengeluarkan yantelyawar dari group secara sepihak
Ketika yantelyawar sudah dikeluarkan dari group, maka selanjutnya yantelyawar mempertanyakan proses isi ulang yang sudah dilakukannya, beberapa menit yang lalu, di rekening bank Aladin Syariah dengan nilai Rp 1.950.000
Pertanyaan ini ditanggapi oleh Aditya beberapa jam kemudian, ketika konflik sudah terjadi antara yantelyawar dengan Aditya
Mengantisipasi konflik untuk tidak berkepanjangan, Aditya kemudian memberikan solusi tetang kepastian yantelyawar, untuk melanjutkan tugasnya, dengan kalimat yang berbunyi, “tentu saja bisa dilanjutkan” kata Aditya
Kalimat tentu saya bisa ini, kemudian ditindak lanjuti oleh Aditya, melalui chat wa nya, untuk menanyakan kesiapan yantelyawar, untuk menyelesaikan tugas di maksud
Berbagai upaya pun dilakukan oleh yantelyawar, dengan melakukan pinjaman uang ke berbagai pihak
Kegiatan peinjaman uang pun berlangsung, dimana yantelyawar harus pontang-panting kesana-kemari, sampai hampir ditabrak oleh mobil dam truk
Melalui kerja keras itu, maka yantelyawar bisa menyelesaikan tugasnya
Namun keberhasilan tugas tersebut, tidak membuahkan hasil, karena uang senilai Rp 22.230.000 dari hasil isi ulang ditambah komisinya, tidak bisa dipindahkan ke rekening bank miliknya dari akun kerjanya
Persoalan ini kemudian dipertanyakan kepada Aditya, sekaligus melaksanakan tugas konfirmasi berita, karena yantelyawar adalah wartawan media jurnalkepulauannews.com, rabu 11/3-2026 sekita pukul 16.00 wit, via akun watch up
Viki Aditya meminta waktu untuk menyelesaikan persoalan ini dengan kalimat yang berbunyi “tunggu sebentar, saya akan mengkoordinasikan persoalan yang anda hadapi ini ke pihak pedagang” katanya
Selang beberapa menit kemudian, Viki Aditya menghubungi yantelyawar, untuk memberikan jawaban dengan kalimat yang berbunyi “akun kerja anda pada sistim penagihan sudah kadaluarsa. oleh sebab itu, anda tidak bisa melakukan penarikan, karena anda harus melakukan pembaharuan sistim terlebih dahulu” terangnya
Lebih lanjut dikatakan Aditya “untuk pembaharuan sistim, anda harus melakukan isi ulang ke rekening bank Aladin Syariah senilai Rp 10.000.000” tambahnya
Penjelasan Aditya ini, membuka ruang perdebatan yang cukup alot, antara yantelyawar dengan Aditya, karena yantelyawar merasa dibohongi, karena sebelumnya sudah ada jaminan kepastian dari aditya, melalui hasil koordinasi dengan pihak pedagang, supaya yantelyawar bisa menyelesaikan tugasnya
Pada kenyataan, jaminan hasil koordinasi tersebut, justru tidak memberikan kepastian, malah memunculkan persoalan baru, sehingga yantelyawar tidak bisa melakukan penarikan uang senilai Rp 22.230.000, yang berada di dalam akun kerjanya
Pada sisi lain, yantelyawar yang merasa bingung, ketika mendengar penjelasan Aditya, dengan kalimat yang berbunyi sistim penagihan dalam akun anda sudah kadaluarsa, oleh sebab itu, anda harus melakukan pembaharuan, dan untuk pembaharuan sistim, anda harus melakukan isi ulang senilai Rp 10.000.000
Mendengar pernyataan itu, yantelyawar kemudian bertanya dengan kalimat yang berbunyi “Masa hanya untuk memperbaharui satu sistim di dalam sebuah akun, membutuhkan dana sefantastik itu” tanya yantelyawa
Fakta sedemikian, sesungguhnya sangat tidak bisa diterima oleh akal sehat manusia. kenapa ? karena biaya pembaharuan sistim tersebut, sudah melebihi biaya servis mobil yang sementara mengalami kerusakan berat
Pada sisi lain yang sangat membingungkan adalah, kalau sistim pada bagian tagihan sudah kadaluarsa, maka sudah pasti, sistim di bagian transfer juga harus kadaluarsa, karena keduanya berada di dalam satu akun
Pada kenyataannya, sistim di bagian transfer tidak kadaluarsa, sementara sistim pada bagian tagihan yang kadarluarsa
Menyikapi kondisi ini, yantelyawar membuka ruang seluas-luasnya kepada publik, dan biarlah publik yang memberikan penilaian.(JKN 02)






